COLLATION

COLLATION
Untuk pemesanan hub: hp 0896 9470 0627 / email COLLATIONSHOP@gmail.com

Selasa, 16 September 2014

Collation Shop - Jenis jenis bahan pakaian

Jenis-jenis bahan kaos T-shirt Sebagai pusat pembuatan konveksi, kami menyediakan banyak variasi kain yang bisa kami olah menjadi produk konveksi berkualitas. Ada banyak kain yang tersedia di pasaran, namun akan kami uraikan bahan-bahan yang sangat banyak diminati oleh customer kami. Kain-kain yang kami jelaskan di bawah ini, umumnya digunakan untuk kaos tipe T-shirt (kaos oblong),
Untuk kaos tipe polo shirt/ Berkerah biasanya digunakan kain rajutan cotton pique / lacoste. Untuk penjelasan mengenai kain rajutan. Sedangkan untuk jenis jaket (jaket, jumper, cardigan, ataupun hoodie) biasanya digunakan bahan fleece. Jika anda mengutamakan kenyamanan ketika pemakaian utamakan memilih bahan yang asli 100% katun.
 1. KATUN (combed 20s, 24s, 30s)
APA ARTI COTTON COMBED 20S, 24S, 30S, DAN 40S?
Pada saat mulai memilih kaos polos, Anda akan sering dihadapkan pada istilah Cotton Combed 20s, 24s, 30s, atau 40s. Apa arti angka-angka tersebut? Secara umum, semakin kecil angka semakin tebal bahan kaos yang dimaksud. Walaupun demikian, tidak ada standar yang pasti di antara para produsen bahan katun, sehingga istilah 20s dari produsen A bisa berbeda ketebalannya dengan bahan 20s dari produsen yang lain. Angka 20, 24, 30, dan 40 menunjukkan tipe benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kain.
Benang 20 biasanya digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 180 - 220 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Benang 24 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 170 - 210 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Benang 30 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 140 - 160 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 210 - 230 gr/m2. Benang 40 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 110 - 120 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal. Untuk jenis rajutan jarum ganda, bahan kain yang dihasilkan mencapai gramasi antara 180 - 200 gr/m2. Huruf 's' di belakang angka menunjukkan jenis rajutan untuk bahan kaos. 's' adalah singkatan dari single knit atau rajutan jarum tunggal. Jenis rajutan ini rapat, padat, kurang lentur. Sebagian besar bahan kaos katun yang beredar di pasaran menggunakan tipe rajutan jarum tunggal ini. Selain single knit, juga ada double knit atau rajutan jarum ganda, bahan dapat digunakan bolak-balik, kedua sisinya sama saja.
Bahan kaos double knit ditandai dengan huruf 'd' di belakang angka. Jenis rajutannya tidak rapat, kenyal, dan lentur, sehingga cocok digunakan untuk pakaian bayi dan anak-anak. Kaos yang biasanya digunakan untuk bahan sablon kaos distro, umumnya menggunakan bahan kain katun combed 20s dan 30s. Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami.
Bahan combed berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Kain Combed memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga penampilannya akan menjadi lebih halus , rata dan rapih. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di pasaran. Hal ini dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya (gr/m2). Kami menyediakan 3 varian combed, Ada combed 20s, 24s, 30s. hal yang membedakan adalah ketebalan kain combed. Kain 20s memiliki ketebalan yang paling tebal, sedangkan combed 30s memiliki ketebalan yang paling tipis.
Kain Combed 20s merupakan kain yang paling banyak dipakai dan menjadi favorit kaos distro karena selain kenyamanan ketika digunakan, harganya juga tidak mahal. combed bahan kaos

2. CARDET (20s, 30s) Dibandingkan dengan kain combed , kain cotton cardet memiliki serat benang yang kurang halus. Kain cardet merupakan kain KW1 nya kain combed sehingga Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. karena harganya relatif lebih murah dibandingkan cotton combed, bahan cotton cardet sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, misalnya untuk kaos pabrik, seragam buruh, dan juga kaos oblong olahraga. bahan cardet untuk T-shirt

3. POLYESTER dan PE atau Jarsey Polyester sesuai namanya, merupakan bahan serat sintetis yang terbuat dari bahan ester (dalam hal ini hasil sampingan minyak buni dan dibuat bahan berupa serat fiberpoly). Dibandingkan katun, kain jenis ini lebih tipis, agak kasar, dan tidak bisa menyerap keringat sehingga sangat panas ketika dipakai. PE /polyster untuk kaos harga miring

4. TC (TETERON COTTON) seiring dengan kemajuan teknologi, terpengaruh juga teknologi pengolahan bahan kain. Banyak bahan kain hasil dari penggabungan katun dan Polyester, salah satunya adalah TC. Jenis bahan ini merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester. TC ini seperti PE, terasas panas ketika memakainya karena kurang bisa menyerap keringat. Namun kelebihannya bahan ini lebih tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai. bahan TC

5. VISCOSE Viscose biasa juga disebut rayon. Sebuah bahan serat sintesa celulosa organic (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Teksturnya memiliki kesamaan dengan tekstur kapas. Viscose biasanya digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga menambah kecerahan warna. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan warna yang lebih baik dan lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini terkesan mewah, sehingga harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran. Bahan viscose

 6. CVC ( COTTON VISCOSE) Jenis bahankaos ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat. Bahan cotton viscose

7. HYGET Jenis bahan ini terbuat dari plastic dan sangat tipis, oleh karena itu harganya sangat murah. Namun bahan ini, bisa dibilang kurang layak dan nyaman untuk dijadikan kaos. Biasanya pembuatan kaos dengan bahan ini dilakukan jika ingin membuat kaos dengan jumlah massal tetapi dana yang tersedia tidak terlalu banyak. Bahan ini banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai kaos hyget cocok untuk partai

 CAT SABLON

• a. Rubber (bahan berjenis karet) yg paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. UNtuk sablon diatas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.
• b. Pigmen (cat jenis cair).
• ini cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain. •
 c. Plastisol
• Cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. Sayangnya butuh invest yg banyak bila menggunakan cat ini karena untuk mengeringkannya dibutuhkan sinar infra merah.
• d. Glow in the dark
• Cat yg menyala saat kaos berada ditempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.
• e. Reflektif
• Cat yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya. Dari 3M.
 • f. Discharge
• Cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.
• g. Flocking  Cat dengan bentuk jadi seperti beludru.
• h. Foam atau cat timbul Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM PESAN KAOS Sebelum anda memesan kaos ke vendor atau supplier, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Jenis bahan kaos Tentukan jenis bahan kaos yang anda kehendaki. Jenis bahan kaos biasanya katun combad, katun carded, TC, hyget, atau PE. Masing-masing bahan memiliki karakteristik yang berbeda, harga pun berbeda. Jika anda tidak mengerti jenis bahan kaos yang hendak anda gunakan, anda bisa membawa contoh kaos jadi yang anda miliki untuk ditanyakan kepada supplier produksi anda. Perhatikan juga warna kaos yang ingin anda pesan anda. Bahan kaos pada umumnya memiliki rage warna yang sangat luas, pastikan anda memilih warna kaos dengan bahan yang sudah tersedia di pasaran.

2. Model & Ukuran kaos Pastikan anda mengetahui jenis kaos yang hendak anda pesan. Apakah model kaos berkerah, atau model kaos oblong. Lebih detil lagi, apakah ada variasi jahitan, misalkan warna kerah atau warna lengan yang berbeda dengan warna body kaos. Selain model, perhatikan ukuran yang anda kehendaki. Perlu diketahui bahwa tidak ada standar baku dalam ukuran S/M/L/XL, masing-masing vendor memiliki standar yang berbeda. Sama seperti diatas, akan lebih baik jika ada contoh kaos yang sudah jadi untuk mempermudah proses produksi kaos anda.

3. Design kaos Perlu anda ketahui bahwa setiap design memerlukan perlakukan yang berbeda dalam proses produksi kaos. Jenis design pada kaos sendiri pada umumnya bordir untuk kaos kerah, atau sablon untuk kaos oblong. Tidak semua design bisa di-bordir, namun demikian, hampir semua design bisa di-sablon. 4. Jenis Sablon JIka anda memutuskan untuk membuat kaos oblong yang disablon, anda harus memperhatikan jenis sablon. Sablon memiliki banyak variasi, baik jenis sablon digital, maupun jenis sablon manual. Untuk jenis sablon digital, bisa menggunakan transfer paper, sticker, grow in the dark, flocking, dan masih banyak lagi. Biaya sablon digital biasanya lebih mahal daripada sablon manual. Keunggulan sablon digital adalah bisa menangkap gambar-gambar detil pada design kaos anda. Misalkan, anda hendak mencetak foto pada kaos, maka anda harus menggunakan sablon digital. Perlu diperhatikan bahwa kelemahan sablon digital adalah cenderung tidak awet, apalagi jika kaos tidak dirawat dengan benar. Jika anda memutuskan untuk menggunakan sablon manual, maka perhatikan jenis tinta sablon yang digunakan. Yang umumnya dipakai andalah jenis tinta pigment extender (menyerap di kaos) dan jenis tinta rubber pasta (menempel pada kaos). Keduanya menghasilkan warna dan karakteristik yang berbeda pada kaos.

4. Berikan brief secara jelas dan tertulis Brief adalah, perintah kerja yang diberikan oleh anda, kepada supplier produksi kaos anda. Brief ini biasanya ditulis pada selembar kertas, berisi spesifikasi kaos yang hendak diproduksi. Di dalam brief harus tercantum: jenis bahan kaos, ukuran kaos, model jahitan, dan lampirkan design anda, termasuk warna dan posisi gambar. Sebaiknya anda bawa print design anda kepada vendor. Brief ini akan menjadi acuan bagi vendor untuk memproduksi kaos. Dengan adanya brief, kecil kemungkinan terjadi kesalahan produksi.

5. Harga dan jumlah pesanan Prinsip yang berlaku dalam dunia konveksi adalah, semakin banyak jumlah yang anda pesan maka anda akan mendapatkan harga yang semakin murah. Jika anda serius untuk berbisnis kaos, untuk setiap design buatlah minimal 4 lusin. Dengan jumlah tersebut anda akan bisa mengetahui apakah design anda bisa diterima oleh pasar atau tidak dan anda bisa memperoleh harga yang kompetitif. Jumlah yang terlalu sedikit akan membuat anda cenderung menebak-nebak, apakah design anda bisa diterima pasar, atau hanya kebetulan terjual. Sedangkan jumlah yang terlalu banyak, akan menimbulkan resiko stock yang terlalu tinggi. KARAKTERISTIK KAIN KAOS BERDASARKAN JENISNYA Kain Katun Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE.Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu. Keunggulan:
1. Tidak kisut apabila dicuci
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
3. Mudah disablon
4. Menyerap keringat.
5. Tidak berbulu

 Katun Kombed (Combed Cotton) Adalah jenis kain katun yang diproduksi dengan finishing disisir (combed) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkansehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu. Kain katunkombed tersedia dalam dua ukuran yaitu 20s dan 30s. Kain jenis ini biasa digunakan untuk bahan kaos distro-distro bandung. Katun Kombed 20s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 20s. Katun Kombed 30s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 30s. Kain katun kombed 20s lebih tebal daripada 30s. Sehingga kain katun 30s lebih lemes daripada kain katun 20s.

 Katun Karded Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapatserat-serat kapas halus yang tersisa. Tetapi meskipun begitu kain katunkarded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed. Pada kain katun karded hanya terdapat ukuran 20s. Perbedaan antara kain katun kombed dan karded yang ada di pasaran adalah kain katun kombed lebih tebal daripada kain katun karded.

 Kain Lacoste Kain Lacoste adalah jenis bahan yang biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki.

 Kain Pique Sama seperti kain Lacoste/adidas, kain Pike juga biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki. Sama seperti pada kain lacoste/adidas untuk membuat kaos kerah tersebut biasanya digunakan kerah jadi. Kerah jadi adalah bahan kerah yang sudah jadi diproduksi oleh pabrik dan tinggal jahit. Kerah bikin adalah kerah yang dibuat sendiri oleh tukang jahit dengan menggunakan bahan yang sama dengan bahan kaos (katun kombed dan karded) dengan menambahkan kain keras di dalamnya.

 Kain PE Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun.Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE jugatersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike. Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampirmirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudahmembedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya sepertiplastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang. Keunggulan: Murah Kelemahan: Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur. Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.

 Light weight wools Di kepala Anda, kain wol mungkin langsung identik dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).

 Akrilit Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools

 Cashmere Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.

 Sheer Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.

 Jersey Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat.

 Denim Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan belel.

  Linen Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan Anda.

 Lycra Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.

 Leather & Suede Pasti keduanya sudah sangat familiar di telinga Anda, bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya. Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. Mengkilap malahan berkesan murahan.

 Paragon Jenis kain yang halus seperti kapas.Umumnya digunakan bahan pembuatan Baju Basket. Kualitas IBL Indonesia

 D’Tree Kain berpori penyerap keringat. Biasanya digunakan untuk bahan baju basket juga.

 Baby Tray Jenis kain yang bersifat tebal dan halus serta tidak berbulu. Bagian dalamnya lembut seperti selimut. Biasa digunakan untuk bahan Jumper/Sweeter.

 Aston Bahan agak licin dan biasanya digunakan dalam pembuatan jas

 Kanvas Bahan yang tebal dan kasar. Cocok untuk anak muda. Bahan pembuatan jaket. Jaket dengan bahan ini sangat tahan. Jenis Bahan Kaos Meskipun hampir setiap hari mengenakan kaos, banyak yang belum mengetahui jenis kain atau bahan pembuat kaos. Bagi yang sudah mengetahui jenis-jenis kaos, sering kali susah membedakan bahan kaos antara satu dengan yang lainnya. Jika anda mengalami hal serupa, jangan khawatir, karena Anda tidak sendirian. Jenis bahan kaos yang beredar di pasaran sangat banyak. Jenis bahan kaos yang umum ditemukan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, TC, PE, Hyget.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar